Home Noticias Élite Gerindra Blak-blakan Akui Lirik Kaesang Jadi Calon Wakil Gubernur Yakarta

Élite Gerindra Blak-blakan Akui Lirik Kaesang Jadi Calon Wakil Gubernur Yakarta

16
0
Rahayu Saraswati, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran


Rabu, 5 de junio de 2024 – 22:45 WIB

Jacarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati mengatakan duet politikus Gerindra Budi Djiwandono dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta masih dinamis.

Baca Juga:

Elektabilitas Tokoh-tokoh PDIP para Pilkada Jateng Masih Rendah, Menurut Survei Proximity

“Pembicaraan itu masih sangat dinamis, masih sangat organik, dan masih terus berjalan, dan soal pengerucutan itu masih terlalu jauh”, kata Rahayu saat ditemui usai acara diskusi di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Yakarta, Rabu, 5 de junio de 2024.

Rahayu menjelaskan bahwa keputusan untuk mengusung Budi dan Kaesang sepenuhnya menjadi hak prerogratif Ketua Umum Partai Gerindra, yang juga Presiden terpilih RI Prabowo Subianto, serta Sekjen dan Ketua Harian Gerindra.

Baca Juga:

Amien Rais Minta Tak Ada Cawe-cawe Lagi: Biar Pak Prabowo Ambil Alih

Budisatrio Djiwandono y Kaesang Pangarep

Namun demikian, Rahayu mengakui Gerindra melirik Kaesang sebagai calon wakil gubernur untuk maju dalam Pilkada DKI.

Baca Juga:

Menlu Retno Luruskan Pernyataan Prabowo soal Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

Hal itu dikuatkan setelah Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengunggah poster Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang bertuliskan “Budi Djiwandono-Kaesang For Jakarta 2024”, melalui instagramnya pada akhir Mei lalu.

“Kalau misalkan tidak dilirik, enggak mungkin di-destino dong”, kata Rahayu.

Menurut Rahayu, pemasangan Budi dan Kaesang merupakan bagian dari hak dari setiap DPD yang nantinya akan diajukan kepada DPP untuk dipertimbangkan dengan komunikasi tidak hanya dari internal Gerindra, tetapi juga lintas partai.

Di sisi lain, ia juga tidak menampik keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait batas umur pencalonan kepala daerah memunculkan polemik di tengah masyarakat karena dinilai sebagai upaya memuluskan langkah Kaesang mencalonkan diri jadi kepala daerah.

“Politik itu kan tidak semuanya benar-benar bener dan salah, hanya menyesuaikan dengan kondisi, sehingga masyarakat bisa belajar lebih lagi dari peristiwa-peristiwa ini”, kata dia. (hormiga)

Halaman Selanjutnya

“Kalau misalkan tidak dilirik, enggak mungkin di-posting dong”, kata Rahayu.

Halaman Selanjutnya





Fuente