Home Noticias Gunung Semeru Erupsi Disertai Guguran Lava Pijar

Gunung Semeru Erupsi Disertai Guguran Lava Pijar

7
0
Gunung Semeru erupsi disertai guguran lava pijar


Senin, 10 de junio de 2024 – 01:16 WIB

Lumajang – Gunung Semeru mengalami erupsi, pada Minggu malam, 9 de junio de 2024. Gunung dengan ketinggian 3.676 metros di atas permukaan laut (mdpl) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur itu erupsi disertai guguran lava pijar yang terpantau dari CCTV Gunung Semeru.

Baca Juga:

Encuesta: Elektabilitas Tertinggi, Peniel Waker jadi Calon Bupati Puncak Pilihan

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto mengatakan, kolom abu teramat dari pengamatan pihaknya.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu (9/6) pukul 20.39 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 metros di atas puncak”, kata Liswanto seperti dikutip dari Antarasesión del 10 de junio de 2024.

Baca Juga:

Tim SAR Temukan Lagi Satu Korban Longsor Tebing Sungai Aliran Lahar Semeru di Lumajang

Gunung Semeru yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Lumajang.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung. Kemudian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada 21.44 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 metros di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

Baca Juga:

Turun Gunung, Pangdam Pattimura Blesukan ke Tenda Pengungsian Temui Korban Erupsi Gunung Ibu

Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat jelas adanya guguran lava pijar dari puncak Gunung Semeru turun ke arah Besuk Kobokan, sehingga masyarakat yang beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Besuk Kobokan agar selalu meningkatkan kewaspadaan yang tinggi terhadap potensi terjadinya awan panas yang terjadi sewaktu waktu .

Berdasarkan data petugas, Gunung Semeru terus menerus erupsi hingga 14 kali pada Minggu sejak pukul 06.33 WIB hingga 21.44 WIB, namun erupsi tersebut belum mengganggu aktivitas warga yang berada di lereng gunung tersebut.

Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak conciso, masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 metros de tepi sungai (sempadan sungai) pada sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km de puncak.

Kemudian, warga juga dilarang beraktivitas dalam radio lima kilómetro dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (Hormiga)

Halaman Selanjutnya

Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Halaman Selanjutnya





Fuente