Home Noticias Menteri AHY: Kalau Sudah Punya Sertifikat, Semua akan Lebih Tenang

Menteri AHY: Kalau Sudah Punya Sertifikat, Semua akan Lebih Tenang

9
0
Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono  di Depok


jueves, 7 de junio de 2024 – 11:35 WIB

Depok – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkomitmen memberantas mafia tanah. AHY mendatangi kawasan Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Depok untuk mengukur tanah menggunakan alat modern. Dengan alat conciso pero menjadi mempermudah serta mempercepat proses pengukuran tanah.

Baca Juga:

Pemerintah Bantah Rampas Tanah Warga di IKN, Menteri Basuki Beberkan Arahan Jokowi

“Jadi kita juga menggunakan alat-alat dan teknologi yang membantu agar pengukuran akurat dan tingkat presisinya harus makin baik”, kata AHY di Depok, Kamis (6/6/2024).

Pengukuran disaksikan juga oleh Direktur Jenderal Survei Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Virgo Eresta Jaya sambil melihat alat-alat pengukuran yang digunakan Kantor Pertanahan Kota Depok. Selain mengukur tanah, alat-alat moderno conciso juga dipajang. Antara no dua pesawat nir dewak dengan type Quadcopter and Fix Wing.

Baca Juga:

AHY Ingatkan Kementerian ATR Punya Hotline Pengaduan Pertanahan, Ini Nomornya

Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) de Depok

Foto :

  • VIVA.co.id/Rinna Purnama (Depok)

AHY menyaksikan petugas ukur Kantor Pertanahan Kota Depok melaksanakan pengukuran di lokasi yang ditetapkan menjadi lokasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2024. Penggunaan alat modern ini diharapkan bisa menyelesaikan target sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menerima sertipikat tanah.

Baca Juga:

Presidente Promosikan Harga Tanah di IKN Masih Murah

“Kalau sudah punya sertipikat, semuanya akan lebih tenang. Semoga sertifikatnya bisa dijaga, agar tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab”, ungkapnya.

Disebutkan, Kementerian ATR/BPN telah berhasil mendaftarkan 113 juta bidang tanah dari total 126 juta bidang tanah yang ada di Indonesia. Ditargetkan, tahun 2024 dapat mewujudkan 120 juta bidang tanah terdaftar.

“Ini memang target yang kita tentukan dalam tahun ini. Tetapi tentu dalam praktik, dalam perjalanannya akan ada pengembangan-pengembangan, bidang-bidang tanah itu bisa terjadi pemecahan”, tukasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor BPN Depok, Indra Gunawan mengatakan, alat concisamente digunakan untuk pembuatan foto udara yang bisa menghasilkan foto tegak dan foto tiga dimensi. Selain itu, terdapat beberapa alat ukur lainnya barupa Receptor GNSS (Sistema global de navegación por satélite), Estación total electrónica, hingga alat ukur konvensional berupa pita ukur.

“Alat conciso pero masih digunakan karena menyesuaikan topografi wilayah yang akan diukur”, katanya.

Halaman Selanjutnya

“Ini memang target yang kita tentukan dalam tahun ini. Tetapi tentu dalam praktik, dalam perjalanannya akan ada pengembangan-pengembangan, bidang-bidang tanah itu bisa terjadi pemecahan”, tukasnya.

Halaman Selanjutnya





Fuente