Home Noticias Prabowo Bakal Anggarkan Rp 16 Triliun Buat IKN, Masuk APBN 2025?

Prabowo Bakal Anggarkan Rp 16 Triliun Buat IKN, Masuk APBN 2025?

10
0
IKN Nusantara.


Kamis, 6 de junio de 2024 – 19:41 WIB

Jacarta – Pemerintah saat ini tengah menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hasta 2025. El presidente terpilih Prabowo Subianto pun sempat mengatakan akan menganggarkan Rp 16 triliun per tahun untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Baca Juga:

Pemerintah dan Komisi XI RPD Sepakati Asumsi Makro APBN Tahun Pertama Prabowo-Gibran

Merespons hal ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa mengatakan bahwa hal tersebut saat ini belum dibahas pada masa pemerintahan Presidente Joko Widodo (Jokowi).

“Belum, kita belum masuk sampai situ”, kata Suharso di Kompleks DPR, Yakarta, Kamis, 6 de junio de 2024.

Baca Juga:

Utang Jatuh Tempo RI pada 2025 Capai Rp 800 Triliun, Sri Mulyani Bilang Gini 

Suharso mengatakan, saat ini Pemerintah masih jadi pembahasan adalah Kerangka Ekonomi Makrok Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) para RAPBN 2025. Artinya pembahasan RAPBN 2025 masih dalam tahap awal, sebab KEM PPKF adalah acuan untuk penyusunan RAPBN 202 5 besertas Nota Keuangan Tahun Anggaran 2025 .

Prabowo-Gibran di Penetapan Presidente-Wapres Terpilih di KPU

Baca Juga:

Prabowo Tegaskan Tak Ada Tim Transisi Pemerintahan

Dia menyebut, terkait pembahasan mengenai IKN itu baru akan dibahas pemerintah saat bertemu dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR. “Tahap berikutnya kita bicara sama Banggar”, jelasnya.

Adapun Prabowo menegaskan dukungan serta komitmennya untuk melanjutkan pembangunan IKN yang digagas oleh Presiden Jokowi. Prabowo mengungkapkan, kebijakan untuk memindahkan ibu kota Indonesia pada dasarnya sudah digagas sejak pemerintahan Presidente Pertama RI, Presidente Soekarno. Dia pun sangat mendukung terealisasinya gagasan conciso.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa

“Ide untuk memindahkan ibu kota sebenarnya telah ada sejak bertahun-tahun lalu, bahkan sejak Presiden Pertama RI, Presiden Soekarno. Dan selalu ada usulan agar ibu kota sebaiknya berada di posisi yang lebih sentral,” kata Prabowo.

Prabowo menambahkan, Yakarta saat ini dihadapkan pada sejumlah masalah, salah satunya yakni kota ini sudah tidak mampu lagi untuk menampung populasi masyarakat yang angkanya mencapai 20 hingga 25 juta orang.

“Kita harus berinvestasi lebih banyak untuk menyelamatkan Yakarta”, kata Prabowo.

Halaman Selanjutnya

Fuente: VIVA.co.id/Anisa Aulia

Halaman Selanjutnya





Fuente