Home Noticias Syariah Masih Jadi Tantangan, Salah Satunya Teknologi

Syariah Masih Jadi Tantangan, Salah Satunya Teknologi

13
0
Ilustrasi teknologi.


Kamis, 6 de junio de 2024 – 23:06 WIB

Jacarta – Penduduk Muslim di seluruh dunia yang mencapai 1,9 miliar jiwa rela merogoh dompetnya untuk belanja produk halal yang nilai transaksinya mencapai US$2 triliun (Rp32.504 triliun) pada 2021.

Baca Juga:

Posko Pengaduan PPDB 2024 Dibuka di Jawa Tengah

Angka ini tumbuh 9 persen secara tahunan (YoY) dan diperkirakan terus meningkat hingga US$ 4,96 triliun (Rp80.601 triliun) hasta 2030.

Literasi dan inklusi keuangan erat kaitannya dengan peranan perbankan. Di Indonesia terdapat dua sistema operativo perbankan, yaitu konvensional dan syariah.

Baca Juga:

Clasificación UI Naik 31 Peringkat Versi QS, Dari Posisi 237 ke 206 Dunia

Bedanya, perbankan konvensional mengacu kesepakatan nasional atau internasional, dan berlandaskan hukum formil negara.

Sementara perbankan syariah mengacu prinsip hukum Islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Transformasi digital dalam industri keuangan syariah menjadi keniscayaan.

Baca Juga:

Dites Langsung di Jalan, Konsumsi BBM Mobil Ini Lebih Irit dari Klaim

Pemanfaatan teknologi digital berpotensi memperkecil gap antara tingkat literasi dan inklusi keuangan konvensional dengan keuangan syariah di Indonesia.

Perkembangan industri keuangan syariah di skala global mencatat Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan conocimiento del indicador tertinggi atau puntaje 200 di antara 9 negara lainnya.

Meski begitu, kata Pengamat Ekonomi Universitas Lampung (Unila) Igo Febianto, Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan.

“Mulai dari aspek regulasi, persaingan dengan industri keuangan konvensional, hingga adaptasi terhadap kemajuan teknologi yang semakin cepat”, paparnya.

Kendati demikian, industri keuangan syariah terus berpacu agar berkembang dan semakin mendapat tempat di hati masyarakat.

Dengan prinsip-prinsip yang menekankan pada keadilan, transparansi dan etika, keuangan syariah menawarkan solusi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi kemaslahatan bersama.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Unit Usaha Syariah BRI Life, Basuki Achmad. “Kami berharap wawasan masyarakat semakin meningkat, khususnya terkait pengelolaan keuangan serta mendorong kesadaran dan pemahaman mengenai keuangan syariah agar mencapai kemandirian finansial, sekaligus membuka peluang berkarya serta berkarir di industri ini”, jelas dia.

Halaman Selanjutnya

Meski begitu, kata Pengamat Ekonomi Universitas Lampung (Unila) Igo Febianto, Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan.

Halaman Selanjutnya





Fuente