Home Noticias Aset Fisik Jadi Digital, Pasar Kripto RWA Diproyeksi Tembus US$16 Triliun

Aset Fisik Jadi Digital, Pasar Kripto RWA Diproyeksi Tembus US$16 Triliun

14
0
Ilustrasi aset kripto atau cryptocurrency assets.


Senín, 3 de junio de 2024 – 21:53 WIB

Jacarta – Bursa kripto kembali diramaikan oleh hadirnya Token Real Word Assets (RWA), yang diproyeksikan menjadi narasi baru yang akan mendominasi dunia kripto di masa depan. Hal itu tak lain adalah berkat keunggulan teknologi cadena de bloques de contrato inteligentedan adopción yang semakin luas.

Baca Juga:

Bahlil Ungkap Freeport Sepakat Tambah Saham Pemerintah 10 persen

“Pasar token RWA diperkirakan bisa mencapai nilai US$ 16 triliun pada tahun 2030. Angka ini mencerminkan potensi besar dari token RWA, yang merupakan token khusus yang merepresentasikan aset nyata di dunia fisik seperti emas, saham, rumah, dan aset lainnya”, kata Director Ejecutivo Oficial (CEO) Indodax, Oscar Darmawan, dalam keterangannya, Senin, 3 de junio de 2024.

Dia menjelaskan, token ini dibuat melalui proses tokenisasi menggunakan contrato inteligente di blockchain, dan dapat ditransaksikan layaknya token berbasis blockchain lainnya. Bahkan, Token RWA se convierte en un activo físico para un activo digital, y se utiliza en blockchain.

Baca Juga:

Indonesia Ikut Rayakan ‘Día de la pizza Bitcoin’

Contoh aset dunia nyata yang bisa di-tokenisasi antara lain rumah, mobil, perhiasan, logam mulia, dan saham. Proses ini mirip dengan konsep saham yang dibuat dalam bentuk digital dan diperjualbelikan di bursa, tetapi dengan token RWA perdagangan dilakukan di jaringan blockchain.

Kepala Eksekutif Indodax, Oscar Darmawan.

Baca Juga:

Permudah Nasabah Transaksi di Luar Negeri, Mandiri Punya Tabungan hasta 11 Mata Uang Asing

“Selain itu, token RWA dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman atau menghasilkan dividen seperti halnya saham. Misalnya, sertifikat tanah yang di-tokenisasi bisa digadaikan untuk pinjaman, atau token tersebut dapat memberikan pendapatan pasif kepada pemiliknya,” ujarnya.

Namun, Oscar mengaku ada beberapa tantangan dalam mengadopsi token RWA. Utamanya yakni masalah hukum dan peraturan, terutama pada transaksi lintas negara. Serta masalah kepercayaan antara penyedia jasa dan pengguna masih menjadi kendala utama.

“Selain itu, perubahan mentalidad dan adopsi teknologi oleh pemilik aset dunia nyata juga menjadi tantangan tersendiri”, kata Oscar.

Meski demikian, Dia meyakini bahwa token RWA memiliki potensi besar untuk melaju dengan impulse yang kuat. RWA bisa jadi akan menjadi ganador terbesar di mercado alcista mendatang, karena banyaknya uang dari aset dunia nyata yang akan mengalir ke pasar kripto.

Activo criptográfico separado de Bitcoin y Etherium.

Activo criptográfico separado de Bitcoin y Etherium.

Tapi perlu diingat, lanjut Oscar, naik turun token akan mengikuti base aset fisiknya, atau skema bagi hasilnya. Sehingga tidak seperti Bitcoin yang naik turunnya harga sesuai dengan suministrar dan demanda. Di Indonesia sendiri, sudah ada token asli RWA sejak 2019 bernama Lyfe.

“Token RWA membuka peluang investasi baru yang sebelumnya tidak terjangkau oleh banyak orang. Dengan tokenisasi aset dunia nyata, kita dapat melihat likuiditas yang lebih tinggi dan manajemen aset yang lebih efisien. Indodax mendukung inovasi ini dan siap menjadi bagian dari masa depan transaksi digital”, ujarnya.

Halaman Selanjutnya

“Selain itu, mentalidad peruana dan adopsi teknologi oleh pemilik aset dunia nyata juga menjadi tantangan tersendiri”, kata Oscar.

Halaman Selanjutnya





Fuente