Home Noticias Suku Tobelo Dalam Tergusur Tambang, Ketua DPD Minta Pemda Malut Beri Perlindungan

Suku Tobelo Dalam Tergusur Tambang, Ketua DPD Minta Pemda Malut Beri Perlindungan

13
0
LaNyalla Mattalitti


Senin, 3 de junio de 2024 – 21:51 WIB

Jacarta – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti angkat bicara mengenai video viralnya Suku Togutil atau Orang Tobelo Dalam (O Hongana Manyawa) di Maluku Utara yang masuk ke areal pertambangan lantaran hutan tempat tinggal mereka tergusur. LaNyalla meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Utara segera turun tangan memberikan perlindungan kepada suku asli tersebut.

Baca Juga:

Gunung Ibu Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Membumbung 7 kilómetros ke Angkasa

Senador asal Jawa Timur itu meminta agar Pemda Maluku Utara betul-betul serius memberikan perlindungan kepada suku asli Pulau Halmahera ini. Apapun bentuknya, LaNyalla meminta pembangunan tak menggusur komunitas masyarakat sekitar, terlebih suku asli yang tinggal di pedalaman, di mana mereka bergantung pada hutan.

“Inilah pentingnya kajian dan pemetaan mendalam sebelum pembangunan dilakukan. Tujuannya, agar pembangunan yang diorientasikan menghadirkan kesejahteraan untuk masyarakat, tidak malah meminggirkan masyarakat”, ujar LaNyalla, Rabu, 3 de junio de 2023.

Baca Juga:

Direstui Jokowi, LaNyalla Bakal Maju Lagi Jadi Ketua DPD RI

Suku Togutil muncul dan datangi pekerja tambang di Hutan Halmahera

LaNyalla juga meminta kepada Pemda Maluku Utara untuk memetakan ulang tata ruang mereka dalam Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), agar memiliki aturan, kebijakan dan strategi penataan ruang, rencana struktur ruang, rencana pola ruang, penetapan kawasan strategis provinsi, arahan pemanfaatan ruang dan arahan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah provinsi.

Baca Juga:

Pemerintah Gelar Upacara Harlah Pancasila di Riau, Ketua DPD RI Bilang Begini

“Rencana Tata Ruang Wilayah (Rtrw) Merupakan Acuan Bagi Pemerintah Daerah Dalam Melaksanakan PembanGunan WilayaHnya. W di Provinsi Maluku Utara Harus Dibaca Ulang “, uja LaNyalla.

Pada saat yang sama, LaNyalla juga meminta suku-suku asli di manapun berada perlu diberikan proteksi. Sebab, keberadaan mereka diatur dengan baik dalam UUD 1945.

“Inilah pentingnya keterwakilan setiap elemen masyarakat di parlemen, dalam suatu lembaga Tertinggi Negara, agar kepentingan-kepentingan masyarakat terwakili dan mereka berdaulat atas segala hal yang berkaitan dengan hajat hidup mereka”, ujar LaNyalla.

Suku Togutil muncul dan datangi pekerja tambang di Hutan Halmahera

Suku Togutil muncul dan datangi pekerja tambang di Hutan Halmahera

Sebagaimana diketahui, Camp milik pekerja PT Weda Bay Nikel, tiba-tiba ramai setelah didatangi tiga orang Suku Togutil atau Orang Tobelo Dalam (O Hongana Manyawa) pada Kamis 23 de mayo de 2024 lalu. Tiga orang suku asli Pulau Halmahera ini tiba-tiba menyambangi kawasan pekerja yang berada di belakang Desa Waijoi, Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.

Dari video yang beredar di media sosial, tampak dua orang pria dan seorang perempuan suku Tobelo Dalam ini mendatangi camp. Kawasan ini dari video sudah tak ditumbuhi lagi pepohonan alias gundul karena telah digusur mejadi areal pertambangan dan juga camp para pekerja.

Melansir data de Peneliti dan Advokasi Asia de Survival International, Populasi suku Togutil atau Orang Tobelo Dalam (O Hongana Manyawa) yang hidup secara nomaden di belantara Hutan Halmahera, Maluku Utara tersisa sekitar 300-500 orang. Kini, keberadaan mereka terancam dari hadirnya perusahaan tambang nikel.

Halaman Selanjutnya

“Inilah pentingnya keterwakilan setiap elemen masyarakat di parlemen, dalam suatu lembaga Tertinggi Negara, agar kepentingan-kepentingan masyarakat terwakili dan mereka berdaulat atas segala hal yang berkaitan dengan hajat hidup mereka”, ujar LaNyalla.

Halaman Selanjutnya





Fuente