Home Noticias Bersaksi di Sidang SYL, Ahmad Sahroni Akui Dapat Pesan Menohok de Surya...

Bersaksi di Sidang SYL, Ahmad Sahroni Akui Dapat Pesan Menohok de Surya Paloh

9
0
Bendahara Umum Nasdem sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni


Rabu, 5 de junio de 2024 – 10:44 WIB

Jacarta – Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni akhirnya hadir dalam persidangan kasus pemerasan dan penerimaan gratifikasi di Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Ia pun mengaku bahwa dirinya mendapatkan pesan dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Baca Juga:

Ahmad Sahroni y Anak SYL jadi Saksi Sidang Hari Ini

Adapun terdakwa dalam kasus korupsi di Kementan RI yakni Syahrul Yasin Limpo alias SYL, Kasdi Subagyono y Muhammad Hatta.

Berdasarkan pantauan, Ahmad Sahroni tiba mengenakan kemeja batik bermotif warna kuning. Ia pun masuk ke ruang sidang Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat sekira pukul 10.11 WIB.

Baca Juga:

Terpopuler, Pengakuan SYL: Izin Yang Mulia, Saya Makin Kurus, Usia Sudah 70 Tahun

Sahroni mengaku bahwa tidak ada persiapan khusus dalam mengikuti persidangan hari ini. Ia hanya menjelaskan apa yang diketahui soal kasus yang menyeret SYL.

Sidang Lanjutan Syahrul Yasin Limpo (SYL)

Baca Juga:

KPK Bakal Dakwa SYL en Kasus TPPU Rp60 Miliar

“Nggak ada persiapan. Saya sampaikan yang saya ketahui”, ujar Sahroni kepada wartawan, publicado el 6 de junio de 2024.

Sahroni pun mengaku bahwa mendapatkan pesan dari Surya Paloh. Surya Paloh meminta kepada Sahroni untuk menyampaikan semuanya yang diketahui kepada hakim.

“Pesan beliau sampaikan semua yang lurus”, kata Sahroni.

Kemudian, sebelum Sahroni tiba, anak SYL Indira Chunda Thita lebih dulu tiba di ruang sidang. Ia tampak mengenakan kemeja putih dengan wajah ditutupi dengan masker putih.

Jaksa KPK juga menghadirkan Dhirgaraya S Santo selaku GM Media Radio Prambors.

Kemudian, jaksa KPK menghadirkan pihak viaje umrah SYL. Ia merupakan saksi yang dihadirkan dan terdapat diluar berkas kasus pemerasan dan penerimaan gratifikasi.

Dia adalah Harly Lafian selaku pemilik travel y Fuad Hasan Masyhur selaku Pemilik Maktour Travel.

Según la información, Syahrul Yasin Limpo diduga memeras pegawainya hingga Rp44,5 miliar selama periode 2020-2023 bersama eks Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan eks Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta.

Uang ini kemudian digunakan untuk kepentingan istri dan keluarga Syahrul, kado undangan, Partai NasDem, acara keagamaan, charter pesawat hingga umrah dan berkurban. Selain itu, ia juga didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp40,6 M sejak Januari 2020 hingga Oktober 2023.

Halaman Selanjutnya

“Pesan beliau sampaikan semua yang lurus”, kata Sahroni.

Halaman Selanjutnya





Fuente