Home Noticias ¡Bikin Ratusan Babi di Papua Mati! Apa Itu Wabah Peste Porcina...

¡Bikin Ratusan Babi di Papua Mati! Apa Itu Wabah Peste Porcina Africana, Bahayakah Buat Manusia?

9
0
Ilustrasi - petugas melakukan penyemprotan pada kandang peternakan babi untuk mencegah merebaknya virus flu babi afrika atau ASF (African swine fever).


Jumat, 7 de junio de 2024 – 06:30 WIB

PAPÚA – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan setempat menetapkan status darurat wabah Peste Porcina Africana (PPA). Penetapan status ini menyusul dengan meningkatnya angka kematian pada ternak babi sejak 6 de febrero sampai 5 de abril de 2024, di mana mencapai angka 156 ekor di kampung Noloka dan Ayapo Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Tak hanya di Papua saja, dua sampel babi dikonfirmasi positif virus ASF di Lembata, Nusa Tenggara Timur. Lantas, apa itu PPA?

Baca Juga:

Senador Papúa Minta Pemerintah Buat Mekanisme Pengawasan Dana Otsus

melansir laman FDA, Peste Porcina Africana (PPA) adalah penyakit babi yang sangat menular dan mematikan yang dapat memengaruhi babi yang dibesarkan di peternakan dan liar. ASF tidak menginfeksi orang, tetapi mudah ditularkan dari satu babi ke babi lainnya melalui contact langsung dengan cairan tubuh dari babi yang terinfeksi. Desplázate hasta obtener información seleccionada, ¡puaj!

Praktik memberi makan sisa makanan mentah (yang belum dipanaskan dengan tepat) kepada babi juga dapat mengakibatkan penularan virus, jika sisa makanan yang diberikan kepada babi mengandung produk daging babi yang terkontaminasi.

Baca Juga:

MK Tolak Permohonan Gerindra yang Duga Ada Pelanggaran Pemilu di Dapil Papua Tengah

Di sisi lain, melansir laman kementerian pertanian Inggris, untuk masa inkubasi ASF bervariasi, tetapi umumnya antara 5-15 hari. Dalam keadaan akut, babi memiliki suhu tinggi (40,5 derajat C). Gejala lain dapat bervariasi tetapi akan mencakup beberapa hal berikut:

Baca Juga:

Bukan Sehat dan Kurus, Dokter Tirta Ungkap Olahraga Begini Sebabkan Masalah Jantung

  • Muntah
  • Diare (terkadang berdarah)
  • Kulit memerah atau gelap, terutama di telinga dan moncong
  • Mata yang sulit terbuka
  • Kesulitan bernapas dan batuk
  • Kelemahan dan Keengganan para berdiri

Pencegahan
Biosekuriti yang baik sangat penting untuk pencegahan pengenalan PPA. Langkah-langkah biosekuriti yang dapat diambil oleh petani, sebagai berikut:

1. Menjaga biosekuriti yang ketat

  • Hanya mengizinkan orang tertentu untuk memasuki peternakan dan meminta mereka mengenakan pakaian dan alas kaki yang bersih atau sekali pakai, dan mencuci tangan mereka (atau mandi jika memungkinkan).
  • Hanya mengizinkan kendaraan dan peralatan masuk ke area peternakan setelah didesinfeksi sebelumnya.
  • Jangan izinkan orang-orang yang mungkin telah melakukan contact dengan babi lain ke peternakan Anda.
  • Tidak mengizinkan untuk membawa produk babi ke peternakan.
  • Jangan biarkan limbah katering atau sisa makanan untuk diumpankan ke babi.

Jika Anda memelihara babi, Anda memiliki peran penting dalam mencegah wabah penyakit lebih lanjut, sangat penting untuk menjaga biosekuriti yang efektif sepanjang tahun.

Halaman Selanjutnya

1. Menjaga biosekuriti yang ketat

Halaman Selanjutnya





Fuente