Home Noticias Hasil Survei di AS: Semakin Mewah Pernikahan Semakin Cepat Bercerai

Hasil Survei di AS: Semakin Mewah Pernikahan Semakin Cepat Bercerai

9
0
Ilustrasi pernikahan/pre-wedding.


jueves, 7 de junio de 2024 – 06:24 WIB

VIVA – Menurut ahli ekonomi semakin mewah pernikahan maka semakin cepat bercerai. Hal itu disampaikan lewat penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 di Amerika Serikat.

Baca Juga:

Banjir Job Pasca Cerai dari Ria Ricis, Teuku Ryan Fokus Jadi Ayah Hebat Buat Anak

Sebagian orang memang suka menggelar pernikahan mewah karena pernikahan mewah sering kali dilihat sebagai simbol status social mereka. Hal ini memberikan kesan kemewahan dan keberhasilan dalam hidup.

Sebagian yang lainnya mungkin merasa pernikahan yang mewah membawa rasa bahagia dan kepuasan tersendiri, karena dapat mewujudkan pernikahan yang mereka impikan.

Baca Juga:

Reza Rahadian Lakoni Adegan Intim Sama Mikha Tambayong, Deva Mahenra Dukung

Menggelar pernikahan mewah sebenarnya tidak masalah jika dilakukan dengan pertimbangan dan perencanaan yang matang. Jika pasangan atau keluarga memiliki sumber keuangan yang cukup dan menganggap pernikahan mewah sebagai bagian penting dari cara mereka merayakan momento especial, maka pernikahan mewah sah-sah saja untuk dilakukan.

Akan tetapi, menurut ahli ekonomi bernama Andrew Francis-Tan dan Hugo mengungkapkan bahwa adanya korelasi antara kemewahan pernikahan dan tingkat perceraian. Andrew dan Hugo melakukan penelitian concisamente pero dengan judul “Un diamante es para siempre” y otros cuentos de hadas: la relación entre los gastos de la boda y la duración del matrimonio.

Baca Juga:

Wina Natalia Tegaskan Keputusan Cerai con Anji Gak Didasari Emosi

Dalam studi itu ditemukan bahwa pasangan yang menghabiskan lebih dari $20.000 (Rp324 juta) untuk pernikahan memiliki risiko perceraian yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan yang menghabiskan uang lebih sedikit untuk pernikahannya.

Desde su estudio inicial, Andrew y Hugo meneliti dengan data dari survei terhadap lebih dari 3.000 orang yang pernah menikah di Amerika Serikat.

Tekanan finansial yang diakibatkan dari pengeluaran besar untuk pernikahan dapat menambah stres dalam hubungan, hal ini berpotensi pada perpecahan di kemudian hari.

Selain itu, fokus pada kemewahan pernikahan mengalihkan perhatian dari aspek-aspek penting dalam membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan, seperti komunikasi, rasa saling menghormati, dan komitmen.

Meskipun pernikahan mewah dapat menciptakan kenangan indah dan memberikan kesan yang mendalam bagi pasangan. Akan tetapi, menghabiskan lebih banyak uang untuk pernikahan tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagiaan atau keberlanjutan pernikahan itu sendiri.

Studi ini menekankan pentingnya mempertimbangkan keseimbangan antara perayaan pernikahan dan kesiapan finansial dalam membangun hubungan jangka panjang.

Meski survei ini sudah lama, tak ada salahnya menjadi perhatian dan pelajaran bagi pasangan baru yang ingin melangsungkan pernikahannya.

Halaman Selanjutnya

Fuente: pexels @TimurWeber





Fuente