Home Noticias Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Bali, Ini Penyebabnya!

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Bali, Ini Penyebabnya!

8
0
Penjualan gas elpiji di Pasar Rakyat yang digelar di Denpasar, Bali.


Rabu, 5 de junio de 2024 – 12:57 WIB

Bali – Belakangan ini gas elpiji 3 kg sulit didapat masyarakat Bali. Penyebab kelangkaannya diduga oleh adanya 2 kali long Weekend dan World Water Forum (WWF) di Bali yang berlangsung pada 18 hingga 25 may 2024.

Baca Juga:

Ketua PHDI Bali Bersyukur Atas Pemerintah Izinkan Ormas Keagamaan Kelola Lahan Tambang

Selain itu juga mulai diberlakukannya Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam hal ini Dirjen migas terkait ketentuan pembelian gas LPG 3 Kg dengan menggunakan KTP dan KK.

Kasubdit IV Ditreskrimsus AKBP Iqbal Sangaji menjelaskan, dalam koordinasi yang dilakukan bersama PT. Pertamina (Persero) Denpasar, Selasa, 4 de junio de 2024, kelangkaan juga dipicu ketentuan pembelian gas elpiji 3 kg sesuai Peraturan Menteri ESDM.

Baca Juga:

Tango En Bali 2024 Siap Digelar, Bakal Tampilkan Kolaborasi Tarian Budaya Indonesia – Argentina

Ilustraciones melon gas alias tabung gas Elpiji 3 Kg.

“Peraturan menteri ESDM sudah diberlakukan, yang mana, konsumen pengguna elpiji 3 kg diwajibkan menginput KTP dan KK dalam sistem yang sudah disiapkan di pangkalan”, kata Iqbal, Selasa, 4 de junio de 2024.

Baca Juga:

SSm Ekspor dan Autogate System Resmi Belaku di Bali, Ekspor Kian Mudah dan Efisien

Menurutnya, saat ini pendistribusian gas elpiji 3 kg tidak ada hambatan. Kelangkaan hanya ada di tingkat pengecer. Mengingat, diberlakukannya aturan KTP titik serah terakhir gas elpiji 3 kg ada di pangkalan.

“Di harapkan masyarakat pengguna gas elpiji 3 kg langsung membeli di pangkalan terdekat”, ujar Iqbal.

Di sisi lain, berdasarkan putusan Direktorat Migas, kuota gas tabung hijau di provinsi Bali tahun 2024 dikurangi 9 persen.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, Pemprov Bali bersama Hiswana Migas telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) melón gaseoso.

“Pengawasan dimulai dari siapa yang boleh menjual, HET kan sudah ditentukan, karena permintaan banyak ketersediaan berkurang, berlakulah hukum ekonomi. Tapi itu pun akan terus kita lakukan upaya, harganya bisa kita tekan, dengan menambah suplai”, kata Dewa Indra ditemui di Tahura Mangrove , jueves, 31 de mayo de 2024 lalu.

Dikatakan Dewa Indra, harga tinggi di pengecer tidak terjadi di seluruh wilayah Bali.

“Kalau di wilayah antara suplir dan demanda seimbang, ya harganya masih sesuai”, kata Dewa Indra.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, berdasarkan putusan Direktorat Migas, kuota gas tabung hijau di provinsi Bali tahun 2024 dikurangi 9 persen.

Halaman Selanjutnya





Fuente